Uncategorized

Published on May 6th, 2015 | by rian

0

EVENT BALIKPAPAN : SEMINAR BUDAYA PERUSAHAAN MELALUI KEPEMIMPINAN, PRODUKTIVITAS & K3 28 Mei 2015

Sinopsis Seminar : 

Bertambah besarnya minat atas fenomena dinamakan budaya organisasi (culture organization) yang menyebabkan perusahaan Jepang jauh lebih berhasil di berbagai bidang usaha dibanding dengan negara-negara lain, termasuk negara-negara maju lainnya seperti Eropa dan Amerika Serikat

(Ouchi, 1981; Pascale dan Athos, 1981).

Memasuki millenium ke-3 (abad ke-21) ini, berbagai jenis organisasi (organisasi niaga, organisasi di lingkungan pemerintahan, organisasi yang bersifat nirlaba) akan menghadapi perubahan dengan variasi, intensitas, dan cakupan yang belum pernah dialami sebelumnya. Dengan demikian, organisasi tersebut hanya akan berkembang dan maju apabila cepat tanggap terhadap perubahan yang pasti akan terjadi.

Menurut Indrapradja (1992) pengembangan tahapan Budaya dapat diilustrasikan pada dimensi budaya organisasi sebagai berikut :

1. Dimensi Pertama: Artifak-Artifak (Artifacts)

Artifacts adalah “benda-benda” hasil buatan manusia. Yang dimaksudkan dengan “tindakan-tindakan budaya” adalah upacara ritual (ritual and ceremonies) yang diselengarakan dan diikuti oleh mereka, misalnya upacara bendera, rapan rutin harian, expose dan bentuk penyajian lain, pemberian persetujuan rapat pimpinan secara berkala, rapat kerja pimpinan cabang, rapat direksi, upacara pemberian penghargaan, malam silaturahmi, perayaan hari besar, karyawan,  dan sebagainya.

“objek budaya” di sini termasuk busana yang dikenakan para anggota organisasi, meubel yang digunakan dalam kantor, karya seni yang dipilih dan digunakan oleh para warga organisasi.

2. Dimensi Kedua: Perspectives.

Perspektif, berada satu lapisan di bawah permukaan yang kelihatan (artifak-artifak), tetapi masih mudah untuk melihatnya. Yang termasuk ke dalam perspektif adalah berbagai norma sosial dan peraturan yang mengatur bagaimana para warga organisasi harus berperilaku dalam situasi khusus.

3. Dimensi Ketiga: Nilai-nilai (Values)

Nilai-nilai (Values) berada setingkat lebih dekat dengan inti suatu budaya organisasi. Values mencerminkan falsafah dan misi organisasi, cita-cita organisasi, tujuan, dan standar organisasi. Para anggota organisasi menggunakan nilai-nilai ini untuk menilai (judging) orang-orang, tindakan, dan peluang serta mengambil keputusan atas nama organisasi.

Sulit untuk menemukan orang yang memiliki Budaya/Perilaku baik dan ahli di bidangnya. jika ada karyawan yang tidak menghargai nilai inti, maka tidak ada alasan pimpinan perusahaan mempertahankannya.

Mungkin dia adalah superstar di kantor Anda, dengan tingkat keahlian tinggi, tetapi jika Anda terus mempertahankan orang seperti ini maka pada saat perusahaan Anda besar, perusahaan Anda akan kehilangan nilai dan nantinya itu akan lebih rugi daripada memecatnya di awal.

(Tony Hsieh, zappos insight)

4. Dimensi Keempat: Asumsi-Asumsi (Assumptions)

Pada lapisan terdalam, yaitu inti budaya organisasi, terdapatlah kepercayaan para anggota organisasi yang tidak diucapkan tentang mereka sendiri dan mengenai orang lain. Asumsi budaya bersifat take for granted, sehingga pada dasarnya kita harus menjadi bagian dari budaya itu kalau kita mau mengerti.

Perusahaan yang baik memiliki budaya kuat yang menjunjung nilai-nilai. Jika Anda ingin Perusahaan Anda menjadi kuat, Anda harus menemukan nilai itu. Tidak penting Nilai itu seperti apa, yang penting setiap Perusahaan harus memilikinya.

 (Tony Hsieh, zappos insight)

Keberhasilan para pemimpin menanggapi perubahan yang terjadi memerlukan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. Dalam hal ini, faktor budaya organisasi (culture organization) menjadi penting artinya bagi seorang pemimpin.

Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan terhadap berhasil tidaknya organisasi tersebut. Untuk itu, peranan pemimpin dalam upaya membentuk dan membangun budaya organisasi yang kondusif bagi pencapaian tujuan organisasi sangatlah menentukan. Di sini pulalah peran pemimpin menjadi penting dalam proses pemberdayaan (empowerment) karyawan.

Mengapa orang berangkat kerja jika dia tidak ingin bekerja ?

(Tony Hsieh, zappos insight)

Secara umum, setiap individu dilatar belakangi oleh budaya yang mempengaruhi perilaku mereka. Budaya menuntut individu untuk berperilaku dan memberi petunjuk mengenai apa saja yang harus diikuti dan dipelajari. Kondisi tersebut juga berlaku dalam organisasi tentang bagaimana pegawai berperilaku dan apa seharusnya yang harus dilakukan.

Harvey (1996:333-334) mengemukakan, budaya organisasi mencakup: nilai-nilai, kepercayaan, bentuk perilaku dari anggotanya pada suatu organisasi tertentu. Budaya organisasi mengarah pada suatu sistem nilai bersama yang dipegang oleh anggotanya yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi yang lainnya.

Keselamatan dan Kesehatan kerja, Produktifitas, Efisiensi, Peningkatan Kinerja dan apapun Perilaku Positif untuk Perusahaan akan sangat mudah dihasilkan oleh Perusahaan yang telah memilikiBudaya yang Kuat.

Seminar diadakan pada :

Hari/Tanggal : Selasa, 28 Mei 2015
Waktu               : 09.00 – 15.00 WITA
Lokasi               : Hotel Swiss Bell- Balikpapan
Kompleks Balcony City, Jl. Jend. Sudirman, Balikpapan,
Kalimantan Timur 76113
Investasi : Rp 1.000.000,00

Pemateri :

1. Yumei Sulistyo Psi.MM
Psikolog Industri & Organisasi, 1995, MM/MBA – IPMI International Business School/Monash Univ, 2002, Ph.D Candidate from University of Finland – Current, Marketing Head of Asian Region, Multi National Pharmaceutical, 2001, HR Head and Director in the Nutrition / Manufaturing / Retail industry since 2002, Managing Director MPI Group 2012.

2. Fahmi Munsah, ST, MBA
Chairman of Proxsis Sustainability and Compliance
Senior Consultant, Implementator, Advisor dan Senior Trainer for QHSE, Maintenance and Reliability Engineering

3. Endro Hariyuwono, CLA, CPP
Chairman of Proxsis Consulting Group Surabaya
Senior Consultant, Implementator, Advisor dan Senior Trainer for Productivity and Quality Management System (QMS)

Fasilitas :

– T-shirt            – CD Materi
– Seminar Kit   – Calendar 2015
– Sertifikat        – Lunch
– Coffee Break

Contact Person:
Joe : 08118455725 ([email protected])
Vita : 085732015440 ([email protected])
Tari : 085235997350 ([email protected])
Neni : 085736426009 ([email protected])

Surabaya Office:
Wisma SIER Lt.2 Suite 9-10
Jl. Rungkut Industri Raya No. 10
Surabaya


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑