Uncategorized

Published on July 24th, 2015 | by rezwinda

0

Mayoritas CIO Khawatirkan Vulnerability Pada Wireless Perusahaan

Bagi sebagian orang di Indonesia, keamanan wireless adalah suatu hal yang tidak menjadi skala prioritas. Namun tidak demikian bagi mayoritas CIO yang berkiprah di berbagai macam sektor industri yang ada di dunia. Sekitar 92 persen CIO menyatakan bahwa mereka sangat mengkhawatirkan vulnerability yang ada pada infrastruktur wireless perusahaan. Adapun para pengambil kebijakan di bidang TI sebanyak 48 persen responden menyatakan bahwa kerentanan pada keamanan wireless perusahaan berpotensi pada kebocoran data.

Hasil survei tersebut dirilis oleh Fortinet yang melakukan survei pada 1.490 pengambil kebijakan TI di organisasi yang memiliki jumlah pegawai di atas 250 orang. Beberapa CIO menyatakan bahwa wireless di tempat mereka bekerja tidak hanya digunakan oleh pegawai saja. Tetapi juga tamu yang berkunjung ke tempat kerja mereka. Dalam hasil survei yang berjudul Wireless Security Survey 2015 menyatakan bahwa koneksi yang semakin luas menjadikan ancaman siber dapat datang dari mana saja.

Berdasarkan survei tersebut, sekitar 49 persen CIO menyatakan bahwa keamanan wireless masuk ke dalamvulnerability tertinggi dari semua daftar kerentanan yang ada. Adapun vulnerability lainnya yang menjadi perhatian mayoritas CIO adalah keamanan endpoint (45%), aplikasi (17%) dan komponen infrastruktur storage (11%). Sekitar 70 persen organisasi memberlakukan firewall untuk melindungi keamanan wireless mereka. Sekitar 63 persen menggunakan otentifikasi, dan beberapa di antaranya menggunakan anti virus (60%) dan URL Filtering (40%).

Unsecured guest access adalah salah satu pintu utama masuknya ancaman siber. Ketika akses wireless untuk pengguna publik dibuka total, organisasi ataupun perusahaan tidak akan mengetahui siapa saja yang memiliki niat jahat. Penjahat siber yang menggunakan akses tersebut akan dengan mudah menginfiltrasi organisasi untuk mencuri data ataupun melakukan aktifitas spionase siber. Dua hal itulah yang menjadi kekhawatiran organisasi.

Menurut Patrick Grillo, Director Solutions Marketing Fortinet mengatakan bahwa semua organisasi atau perusahaan sudah terhubung jaringan Internet. Hal itu ia sampaikan pada awak CISO Magazine di sela-sela acara RSA Conference 2015 di Marina Bay Sands Convention Centre, Singapura, (22/7/15). Grillo menjelaskan bahwa risk assessment harus rutin dilakukan oleh setiap organisasi. Fungsinya adalah untuk mendeteksi segala bentuk anomali dalam infrastruktur TI mereka.

Secara pribadi Grillo mengungkapkan bahwa tidak silver bullet untuk mengatasi berbagai macam ancaman siber yang semakin dinamis. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh organisasi adalah membangun multi layer protection. Menurutnya, perlindungan data dan keamanan informasi adalah sesuatu yang harus menjadi prioritas bagi setiap organisasi.

 

Sumber: ciso.co.id

Tags: , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑