Core Banking merupakan salah satu elemen vital penyusun teknologi in..." /> SOLUSI CORE BANKING DI INDONESIA - PROXSIS IT

article

Published on March 2nd, 2015 | by WP Admin PROXSIS

0

SOLUSI CORE BANKING DI INDONESIA

Core Banking merupakan salah satu elemen vital penyusun teknologi informasi  (IT) di dunia perbankan. Core Banking adalah jantung dari sebuah Bank. Di dalam core banking tersimpan data nasabah dan rekening mereka serta semua transaksi sejak nasabah membuka rekening di bank sampai menutupnya.

Core Banking umumnya diasosikan dengan retail banking. Fungsi core banking yang paling mendasar adalah melayani nasabah untuk kebutuhan funding, lending dan deposit uang. Fungsi lain core banking adalah merekam semua transaksi yang terjadi dalam rekening nasabah baik itu berupa tabungan, loan, kpr, maupun transaksi pembayaran.

Istilah Core Banking System digunakan untuk menggambarkan berbagai layanan yang ditawarkan oleh sistem perbankan kepada para pelanggan dan ini dilakukan oleh seluruh kantor cabang perbankan . Fasilitas ini memungkinkan bank untuk mendapatkan transfer dana mereka dan transaksi lainnya ke kantor-kantor cabang lain dalam cara yang sangat mudah dan cepat.

Sekarang, dengan adanya sistem, tidak perlu lagi untuk mendapatkan deposit dan penarikan uang tunai di cabang yang sama. Anda bisa deposit dari cabang manapun dan mendapatkannya penarikan dengan mudah dari cabang lainnya.

Fasilitas perbankan inti ini  telah dikembangkan beberapa tahun yang lalu dan telah mengakibatkan perubahan yang luar biasa di struktur sistem perbankan. Hal ini memberi kebebasan pilihan untuk pelanggan dalam melakukan transaksi hingg selesai dengan caranya sendiri, dengan demikian orang tidak perlu repot lagi untuk berhubungan langsung kepada siapa pun ketika membutuhkan layanan. Ada berbagai fasilitas oleh solusi sistem perbankan inti dan sebagian besar  yang ditawarkan  dijelaskan sebagai berikut:

• Automatic teller machine atau ATM
• Dana elektronik
• Transfer
• Tele-banking
• Internet banking
• Cabang kliring fasilitas perbankan cabang

Sistem perbankan inti telah membawa ledakan dramatis dalam jam kerja manusia normal. Ketika mencoba fitur pada internet banking, tidak hanya menghemat waktu berharga bagi banyak orang, tetapi juga memberikan kemudahan untuk bekerja sesuai Timing nya. Selain itu, inter branch reconciliation juga telah terbukti lebih cepat dan akurat. Pengenalan produk baru dan database dalam berbagai perbankan kantor cabang juga mendapat kemudahan lebih dan sederhana bahwa cabang baru sekarang jauh lebih akurat.

Kemajuan teknologi yang deras, sangat besar dampaknya terhadap sistem perbankan dengan memiliki  solusi lebih  banyak, cepat memberikan informasi. Fungsi Core Banking System seperti pemeliharaan passbook, perhitungan bunga dan berbagai buku lainnya yang menjaga catatan tetap mengesampingkan sebagai mereka dapat dilakukan secara akurat dan dalam waktu singkat.

Pada masa ini akses ke core banking sudah dilakukan secara real time melalui proses online. Hal ini didukung oleh kemajuan teknologi komputer dan komunikasi yang memungkinkan informasi untuk dibagikan antar cabang secara cepat dan efisien.

Beberapa dekade yang lalu biasanya membutuhkan waktu paling sedikit satu hari untuk melihat transaksi dalam rekening karena setiap cabag bank memiliki server sendiri dan data baru dapat diperbaharui melalui proses Akhir Hari (EoD -End of Day) yang mengirimkan data cabang dalam bentuk batch ke data center.

Core Banking mungkin juga merupakan singkatan dari “centralized online real-time electronic banking” – hal ini berarti bahwa semua cabang bank tersebut akan mengakses aplikasi ini dari data center yang terpusat. Ini artinya transaksi yang terjadi langsung di-update ke server bank dan setiap nasabah bisa melakukan transaksi dari cabang manapun di seluruh dunia. Dengan kemajuan di sisi retail ini maka nasabah korporasi sangat diuntungkan dan bank dapat menyediakan solusi-solusi bank yang komprehensif untuk nasabah korporasi.

Gartner mendefinisikan,

Core Banking sebagai sistem back-end dari sistem perbankan yang menangani proses transaksi perbankan sehari-hari, dan melakukan update posting ke rekening dan catatan keuangan lainnya. Sistem Core Banking biasanya menangani mengenai deposito, pengolahan pinjaman dan kredit, dengan interface langsung ke sistem buku besar dan pelaporan.

 Modul pada Core Banking : Aplikasi perbankan Core Banking terdiri atas beberapa modul kerja yaitu sebagai berikut :
  • CIS (Customer Identification System)
  • DDS (Demand Deposit System)
  • GLS (General Ledger System)
  • LNS (Loan System)
  • TDS (Time Deposit System)

Source : Beberapa Sumber


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑