Bayangkan jika setiap pertanyaan yang Anda ketik ke dalam aplikasi AI diamati, dicatat, dan disimpan di tempat yang tidak bisa Anda kendalikan. Apakah Anda masih merasa nyaman menggunakannya?
Di era digital, aplikasi seperti DeepSeek AI Assistant semakin populer karena kemampuannya menjawab pertanyaan dan membantu berbagai tugas dengan cepat. Namun, di balik kecanggihannya, ada risiko besar yang mungkin tidak disadari banyak pengguna. Data pribadi yang Anda masukkan ke dalam aplikasi ini bisa saja disimpan, dianalisis, atau bahkan digunakan untuk kepentingan yang tidak Anda ketahui.
Yang lebih mengkhawatirkan, DeepSeek diketahui mengumpulkan dan menyimpan data di China. Negara dengan regulasi ketat yang memungkinkan pemerintahnya mengakses informasi dari perusahaan teknologi. Selain itu, ada indikasi kuat bahwa aplikasi ini menyajikan informasi yang bias, mengikuti narasi yang menguntungkan pihak tertentu.
Jadi, apakah Anda benar-benar aman saat menggunakan DeepSeek AI Assistant? Apa saja risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai? Dalam artikel ini, kita akan membahas ancaman terhadap privasi, keamanan siber, serta bagaimana aplikasi ini bisa memengaruhi cara Anda menerima informasi.
Apakah DeepSeek AI Assistant Dikendalikan Pemerintah China?
DeepSeek AI Assistant sangat mungkin berada di bawah pengatuh pemerintah China. Kenapa? Karena ada aturan di China yang mewajibkan semua perusahaan untuk membantu badan intelijen negara jika diminta. Ini berarti data yang dikumpulkan oleh DeepSeek bisa diakses oleh pemerintah China kapan saja, tanpa perlu izin dari pengguna.
Selain itu, aplikasi ini tunduk pada hukum China, yang artinya mereka harus mengikuti aturan ketat, termasuk soal bagaimana AI mereka bekerja dan informasi apa yang boleh disampaikan. Berbeda dengan aplikasi lain seperti TikTok yang mengklaim menyimpan data di luar China, DeepSeek secara terbuka menyatakan bahwa semua datanya tetap di China.
Jadi, jika Anda menggunakan DeepSeek, Anda tidak bisa memastikan apakah data Anda benar-benar aman atau tidak. Itulah kenapa banyak negara mulai memperingatkan warganya agar berhati-hati menggunakan aplikasi ini, terutama jika berhubungan dengan informasi penting atau sensitif.
Baca juga : Cegah Kebocoran Data! 5 Prinsip dan 14 Teknik Keamanan Jaringan Wajib Diterapkan di 2025
Seberapa Besar Risiko Pengumpulan dan Penyimpanan Data di DeepSeek?
DeepSeek AI Assistant mengumpulkan berbagai jenis data pengguna dan menyimpannya di China. Ini berarti data tersebut berada di bawah hukum dan regulasi negara tersebut, yang tidak menjamin perlindungan privasi seperti di banyak negara lain.
Beberapa data yang dikumpulkan meliputi:
- Informasi teknis, seperti pola ketikan, jenis perangkat, dan cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi.
- Isi percakapan, termasuk semua pertanyaan dan jawaban yang diketik dalam aplikasi.
- Kemungkinan akses oleh pemerintah China, karena kebijakan privasinya mengizinkan pembagian data untuk “kepentingan publik” atau “kepentingan vital pengguna.”
Yang lebih mengkhawatirkan, data ini tetap tersimpan bahkan setelah pengguna menghapus aplikasi. Artinya, begitu data masuk ke sistem DeepSeek, tidak ada jaminan bahwa data tersebut benar-benar dihapus atau tidak digunakan untuk kepentingan lain di masa depan.
Bagi individu maupun organisasi yang menangani informasi sensitif, menggunakan aplikasi ini bisa menjadi risiko besar yang sulit dikendalikan.
Bias Informasi: Apakah DeepSeek Dapat Diandalkan?
Selain masalah privasi, DeepSeek AI Assistant juga dinilai memiliki bias dalam menyajikan informasi. Model AI-nya tampaknya dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemerintah China, yang bisa memengaruhi cara pengguna memahami berbagai isu global.
Beberapa contoh bias yang ditemukan:
- Menolak menjawab pertanyaan tentang peristiwa politik sensitif di China, seperti Tragedi Tiananmen 1989, tetapi memberikan jawaban panjang lebar mengenai peristiwa politik di negara lain, seperti Kerusuhan Capitol AS 2021.
- Menyajikan narasi pro-CCP dalam isu geopolitik, misalnya menyebut Taiwan sebagai bagian integral dari China tanpa menyertakan perspektif lain.
Bias semacam ini berisiko memengaruhi persepsi pengguna terhadap berbagai isu global. Tanpa disadari, pengguna bisa menerima informasi yang tidak seimbang atau bahkan cenderung menjadi propaganda terselubung. Hal ini membuat DeepSeek kurang dapat diandalkan, terutama bagi mereka yang mencari informasi objektif dan netral.
Baca juga : Perlindungan Data Pribadi dalam Islam dan Regulasi Indonesia
Implikasi bagi Organisasi dan Individu
Menggunakan DeepSeek AI Assistant bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga bisa membawa risiko serius, baik bagi individu maupun organisasi.
Bagi individu, risiko muncul jika mereka memasukkan informasi sensitif seperti data pribadi, informasi keuangan, atau percakapan bisnis penting. Data yang disimpan di China mungkin sulit dikontrol dan bisa saja diakses tanpa sepengetahuan pengguna. Bagi organisasi, terutama yang menangani data sensitif atau bekerja di sektor infrastruktur kritis, dampaknya bisa lebih besar:
- Peluang kebocoran data strategis, terutama jika karyawan tanpa sadar memasukkan informasi rahasia ke dalam aplikasi.
- Kemungkinan pelanggaran regulasi, terutama bagi perusahaan yang harus mematuhi kebijakan perlindungan data ketat seperti GDPR di Uni Eropa atau UU PDP di Indonesia.
- Ancaman terhadap keamanan nasional, jika organisasi pemerintah atau perusahaan yang bekerja sama dengan negara menggunakan aplikasi ini.
Karena risiko ini, beberapa negara seperti Australia, Inggris, dan Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan atau bahkan membatasi penggunaan DeepSeek di lingkungan pemerintahan dan bisnis strategis. Organisasi yang mengelola informasi sensitif perlu mempertimbangkan langkah serupa untuk melindungi keamanan data mereka.
Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda atau organisasi Anda ingin tetap aman dari risiko yang ditimbulkan oleh DeepSeek AI Assistant, ada beberapa langkah yang bisa diambil, yaitu:
- Jangan masukkan informasi sensitif. Hindari mengetik data pribadi, informasi keuangan, atau hal-hal rahasia ke dalam aplikasi AI yang tidak transparan soal perlindungan data.
- Batasi penggunaan di perangkat penting. Jangan gunakan DeepSeek di perangkat perusahaan atau gadget yang menyimpan data bisnis dan informasi strategis.
- Pilih alternatif yang lebih aman. Gunakan layanan AI dari perusahaan yang memiliki kebijakan privasi lebih jelas dan menyimpan data di negara dengan regulasi perlindungan data yang ketat.
- Terapkan aturan internal. Jika Anda bagian dari organisasi, buat kebijakan yang melarang penggunaan AI berbasis cloud untuk data rahasia dan pastikan pegawai memahami risikonya.
- Tingkatkan kesadaran. Edukasi diri sendiri, tim, atau bahkan keluarga tentang risiko AI generatif, terutama soal privasi, bias informasi, dan potensi penyalahgunaan data.
Langkah-langkah ini dapat membantu individu dan organisasi melindungi data mereka serta mengurangi risiko yang tidak diinginkan.
Menggunakan AI dengan Aman: Solusi dari Proxsis
Bagi perusahaan yang ingin tetap produktif tanpa mengorbankan keamanan data, Proxsis menawarkan solusi yang lebih aman dibandingkan aplikasi AI yang belum jelas perlindungan datanya. Dengan pendekatan berbasis manajemen risiko dan kepatuhan, Proxsis membantu organisasi memanfaatkan teknologi AI secara optimal tanpa mengorbankan keamanan informasi.
Beberapa layanan yang dapat membantu perusahaan mengelola risiko AI meliputi:
- Kepatuhan terhadap regulasi seperti UU PDP, GDPR, dan ISO 27001 agar data tetap aman.
- Pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko AI dan keamanan siber.
- Evaluasi risiko teknologi untuk memastikan AI yang digunakan aman dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
- Audit dan kebijakan IT agar penggunaan AI tetap bertanggung jawab dan tidak membahayakan perusahaan.
Dengan solusi ini, perusahaan tidak hanya bisa melindungi data dan operasionalnya, tetapi juga tetap kompetitif dalam mengadopsi teknologi AI dengan cara yang lebih aman dan strategis.
Baca juga : Cara Antisipasi Ancaman Siber 2025: Regulasi dan Solusinya di Indonesia
Kesimpulan
DeepSeek AI Assistant mungkin menawarkan fitur menarik, tetapi risikonya jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya. Dengan potensi kendali dari pemerintah China, pengumpulan data yang agresif, dan bias informasi yang kuat, aplikasi ini bisa menjadi ancaman bagi privasi dan keamanan pengguna.
Bagi individu, sebaiknya hindari memasukkan informasi pribadi ke dalam aplikasi ini. Bagi organisasi, terutama yang menangani data sensitif, membatasi atau melarang penggunaannya di perangkat kerja adalah langkah yang bijak.
Keamanan data harus selalu menjadi prioritas. Selalu waspada dalam menggunakan teknologi AI, terutama yang menyimpan data di negara dengan regulasi yang memungkinkan akses pihak ketiga tanpa transparansi.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apakah semua aplikasi AI berisiko seperti DeepSeek?
Tidak semua aplikasi AI memiliki risiko yang sama. Faktor utama yang menentukan risiko adalah lokasi penyimpanan data, kebijakan privasi, serta regulasi yang mengikat perusahaan pengembangnya. Aplikasi yang berbasis di negara dengan perlindungan data yang ketat cenderung lebih aman dibandingkan yang tunduk pada regulasi yang memungkinkan akses pemerintah tanpa transparansi. - Apakah ada alternatif yang lebih aman dibandingkan DeepSeek AI Assistant?
Ya, beberapa alternatif yang lebih aman termasuk ChatGPT (OpenAI), Google Gemini, dan Microsoft Copilot. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi di yurisdiksi yang memiliki regulasi ketat terkait perlindungan data, serta lebih transparan dalam kebijakan privasinya. - Bagaimana cara mengetahui apakah suatu aplikasi AI mengumpulkan data pribadi?
Cara terbaik adalah membaca kebijakan privasinya dengan saksama. Perhatikan apakah aplikasi tersebut menyimpan data di negara dengan regulasi yang kurang transparan, apakah ada izin untuk membagikan data dengan pihak ketiga, serta bagaimana aplikasi menangani data setelah pengguna berhenti menggunakannya. Jika ada ketidakjelasan dalam kebijakan tersebut, sebaiknya hindari. - Apakah saya bisa menghapus data yang sudah dikumpulkan DeepSeek?
Tidak ada kepastian. Berdasarkan kebijakan privasinya, DeepSeek menyatakan bahwa data pengguna dapat disimpan “selama yang diperlukan,” bahkan setelah pengguna menghapus akun atau aplikasinya. Ini berarti data Anda tetap bisa diakses atau digunakan tanpa batasan waktu yang jelas. - Apa tindakan yang sudah diambil oleh pemerintah terkait DeepSeek?
Sejumlah pemerintah, termasuk di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan mengenai risiko privasi dan keamanan DeepSeek. Beberapa lembaga pemerintah bahkan secara resmi melarang penggunaannya di perangkat kerja karena kekhawatiran terhadap potensi pengumpulan data yang tidak transparan dan kemungkinan intervensi dari pemerintah China.
Gratis Asesmen Keamanan TI Spesial Ramadan 2025!
Proxsis Infra menghadirkan layanan asesmen keamanan TI yang dirancang untuk melindungi sistem dan data penting bisnis Anda dari ancaman siber. Di bulan Ramadhan ini, kami memberikan kesempatan eksklusif untuk mengikuti asesmen keamanan GRATIS, membantu organisasi Anda mengukur tingkat keamanan infrastruktur TI secara menyeluruh.
Manfaat utama yang Anda dapatkan:
- Identifikasi celah keamanan yang berisiko
- Rekomendasi langkah perbaikan dari para ahli
- Meningkatkan kepercayaan klien dan mitra bisnis
- Membuka peluang karir di bidang keamanan TI melalui pemahaman nyata tentang standar terbaik industri
Tak hanya membantu perusahaan Anda lebih aman, layanan ini juga menjadi langkah awal untuk meningkatkan kompetensi profesional Anda di bidang IT Security, yang saat ini menjadi salah satu keahlian paling dicari di dunia kerja.
Jangan lewatkan momen Ramadhan penuh berkah ini!
Amankan sistem TI Anda GRATIS, raih kepercayaan bisnis, dan tingkatkan daya saing di industri digital.