Perbedaan Privacy Shield, APEC CBPR dan ISO 27701

Ditulis oleh :

rexy

Perbedaan Privacy Shield, APEC CBPR dan ISO 27701

Pengenalan konsep keamanan data dan perlindungan privasi sangat krusial dalam era digital saat ini. Keamanan data mencakup langkah-langkah untuk melindungi informasi dari akses, penggunaan, dan perubahan yang tidak sah, sedangkan perlindungan privasi menekankan hak individu untuk menjaga kerahasiaan dan kontrol terhadap penggunaan informasi pribadi. Untuk mengelola tantangan ini, penting untuk memiliki kerangka kerja yang efektif.

Keamanan dan perlindungan privasi bukan hanya tentang memitigasi risiko kebocoran data, melainkan juga tentang membangun kepercayaan dan menjaga integritas organisasi. Oleh karena itu, implementasi kerangka kerja yang efektif menjadi suatu keharusan dalam menjawab tantangan kompleks ini. Ada sejumlah panduan yang tersedia terkait keamanan data dan perlindungan privasi yakni Privacy Shield, APEC CBPR dan ISO 27701.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut perbandingan ketiga standar kerangka kerja untuk mengelola privasi data dan bagaimana hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan dan kepercayaan organisasi di era digital.

 

Privacy Shield

Privacy Shield adalah sebuah kerangka kerja privasi yang dibuat untuk melindungi data pribadi yang ditransfer antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS). Dibentuk setelah pembatalan Safe Harbor Agreement, Privacy Shield bertujuan untuk memberikan panduan kepada perusahaan yang mentransfer data dari UE ke AS agar tetap mematuhi standar perlindungan data Uni Eropa.

Proses sertifikasi Privacy Shield melibatkan kewajiban bagi perusahaan AS untuk memastikan bahwa mereka mematuhi sejumlah prinsip privasi tertentu. Proses ini mencakup peninjauan dan verifikasi oleh Departemen Perdagangan AS. Keuntungan utama bagi perusahaan adalah memperoleh keabsahan hukum untuk mentransfer data pribadi UE ke AS. Selain itu, kepatuhan dengan Privacy Shield dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.

Privacy Shield memiliki perbedaan dengan kerangka kerja privasi lainnya seperti APEC CBPR (Cross-Border Privacy Rules) dan ISO 27701, yaitu Privacy Shield lebih fokus pada aliran data antara UE dan AS, sementara APEC CBPR adalah kerangka kerja yang mencakup negara-negara anggota APEC dan menetapkan standar privasi lintas batas di kawasan Asia Pasifik.

Selanjutnya, Privacy Shield bersifat regional antara UE dan AS, sementara  27701 adalah standar internasional yang memberikan panduan untuk sistem manajemen informasi privasi (PIMS). ISO 27701 lebih bersifat umum dan dapat diadopsi oleh organisasi di berbagai sektor dan lokasi.

Meskipun Privacy Shield memberikan perlindungan dan ketentuan privasi, perlu dicatat bahwa Privacy Shield dihadapkan pada tantangan hukum dan kritik terkait dengan privasi data. Kehadirannya memunculkan pembahasan lebih lanjut tentang perlindungan data dan aliran informasi lintas batas dalam konteks hukum dan etika privasi yang berkembang.

 

Baca juga : Manfaat Sertifikasi ISO 27701 bagi Layanan Cloud Computing

 

APEC CBPR (Asia-Pacific Economic Cooperation Cross-Border Privacy Rules)

APEC CBPR, atau Cross-Border Privacy Rules, adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk memfasilitasi dan meningkatkan aliran data lintas batas di antara negara-negara anggota APEC. Kerangka kerja ini menetapkan standar dan prinsip-prinsip yang harus diikuti oleh perusahaan dalam perlindungan privasi data saat mentransfer data antar negara APEC.

APEC CBPR terdiri dari sejumlah prinsip yang harus diikuti oleh perusahaan agar memenuhi standar privasi lintas batas yang diterima. Beberapa prinsip utama termasuk transparansi, tanggung jawab, keamanan data, integritas data, akses individu, dan penyelesaian sengketa. Perusahaan yang mematuhi prinsip-prinsip ini dapat memperoleh sertifikasi yang menunjukkan kepatuhan mereka terhadap standar APEC CBPR.

Mengadopsi APEC CBPR memiliki sejumlah keuntungan seperti membantu mempermudah aliran data lintas batas dengan memberikan dasar hukum yang konsisten di antara negara-negara APEC. Keuntungan lainnya termasuk meningkatnya kepercayaan dari pemangku kepentingan, seperti pelanggan dan mitra bisnis, karena perusahaan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap privasi data.

Penerapan panduan ini juga memiliki sejumlah tantangan yang harus diatasi dengan strategi yang tepat. Proses mendapatkan sertifikasi APEC CBPR bisa menjadi tantangan karena melibatkan penilaian yang cermat terhadap kepatuhan perusahaan terhadap prinsip-prinsip yang ditetapkan. Selain itu, negara-negara APEC memiliki peraturan privasi yang berbeda, yang dapat menyebabkan kompleksitas dan perbedaan interpretasi terkait prinsip APEC CBPR.

Terkait perbandingan APEC CBPR dengan kerangka kerja lain seperti Privacy Shield dan ISO 27701 mencakup beberapa perbedaan kunci. Privacy Shield lebih berfokus pada aliran data antara UE dan AS, sementara APEC CBPR mencakup negara-negara anggota APEC di kawasan Asia Pasifik. Sedangkan ISO 27701 adalah standar internasional yang memberikan panduan untuk sistem manajemen informasi privasi (PIMS), lebih bersifat umum daripada fokus lintas batas APEC CBPR.

Meskipun setiap kerangka kerja memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, pemilihan yang tepat tergantung pada kebutuhan dan lingkungan operasional perusahaan bersangkutan.

 

Baca juga : Risiko Pelanggaran Privasi dan Cara Mitigasinya dengan ISO 27701

 

ISO 27701 (International Organization for Standardization Privacy Information Management System)

ISO 27701 adalah standar internasional yang memberikan panduan untuk sistem manajemen informasi privasi (PIMS). Dibangun di atas ISO 27001, standar manajemen keamanan informasi, ISO 27701 menekankan aspek-aspek manajemen privasi data dengan menyediakan kerangka kerja yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen informasi organisasi. ISO 27701 membantu organisasi dalam melindungi dan mengelola informasi pribadi dengan memperhatikan prinsip-prinsip privasi.

Langkah-langkah Implementasi ISO 27701 meliputi hal berikut:

  1. Penyusunan Kebijakan Privasi

    Menetapkan kebijakan privasi yang mencakup komitmen organisasi terhadap perlindungan data pribadi.
  1. Analisis Risiko Privasi

    Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko yang terkait dengan pengelolaan informasi pribadi.
  1. Desain dan Implementasi Kontrol

    Menetapkan kontrol dan prosedur yang sesuai untuk mengelola risiko privasi.
  1. Pelatihan dan Kesadaran

    Memberikan pelatihan kepada personel dan meningkatkan kesadaran terkait privasi data.
  1. Evaluasi Kinerja

    Melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem manajemen privasi dan mengidentifikasi area perbaikan.

Kelebihan ISO 27701 yakni bersifat universal dan dapat diadopsi oleh organisasi di berbagai sektor dan lokasi. ISO 27701 juga dapat dengan mudah diintegrasikan dengan ISO 27001 untuk menyediakan pendekatan holistik terhadap manajemen informasi dan privasi.

Sementara perbandingan dengan standar lain, yaitu berbeda dengan Privacy Shield yang lebih berfokus pada aliran data antara UE dan AS, ISO 27701 bersifat lebih umum dan dapat diterapkan secara global. Standar lainnya, APEC CBPR fokus pada negara-negara anggota APEC, sedangkan ISO 27701 tidak terbatas pada wilayah geografis tertentu.

Meskipun Privacy Shield dan APEC CBPR memiliki fokus lintas batas yang lebih spesifik, ISO 27701 memberikan panduan yang lebih luas untuk manajemen informasi privasi, menjadikannya pilihan yang kuat untuk organisasi yang ingin mengadopsi pendekatan yang komprehensif terhadap perlindungan data pribadi.

 

Perbandingan Keseluruhan

Tabel Perbandingan Antara Privacy Shield, APEC CBPR, dan ISO 27701:

Karakteristik Privacy Shield APEC CBPR ISO 27701
Lingkup Transfer data antara UE dan AS Aliran data di antara negara-negara APEC Sistem manajemen informasi privasi universal
Tujuan Utama Melindungi data pribadi antara UE dan AS Meningkatkan privasi data di kawasan APEC Panduan untuk sistem manajemen informasi privasi
Prinsip-Prinsip Utama Prinsip-prinsip privasi Eropa Transparansi, tanggung jawab, keamanan, dsb. Integrasi dengan ISO 27001, privasi sebagai bagian dari manajemen informasi
Proses Sertifikasi Melibatkan Departemen Perdagangan AS Evaluasi dan verifikasi kepatuhan oleh otoritas setempat Sertifikasi oleh pihak independen, audit internal dan eksternal
Keuntungan Utama Dasar hukum untuk mentransfer data UE ke AS Fasilitasi aliran data lintas batas di APEC Universal, integrasi dengan manajemen keamanan informasi
Tantangan Utama Tantangan hukum dan ketidakpastian Proses sertifikasi yang kompleks, perbedaan kebijakan nasional Mungkin kompleksitas implementasi, memerlukan investasi sumber daya yang signifikan

 

Keunggulan dan Kelemahan Masing-Masing Kerangka Kerja:

  1. Privacy Shield

    Keunggulan menyediakan dasar hukum untuk mentransfer data antara UE dan AS. Kemudian memperoleh kepercayaan dari pemangku kepentingan di kedua wilayah tersebut. Sementara kelemahan yakni menghadapi tantangan hukum dan kritik terkait dengan privasi data hingga ketidakpastian terkait dengan keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut.
  1. APEC CBPR:

    Keunggulan dapat meningkatkan aliran data lintas batas di kawasan APEC serta memperoleh kepercayaan dari pemangku kepentingan di negara-negara APEC. Sementara kelemahan yakni proses sertifikasi yang kompleks dan membutuhkan waktu. Kemudian perbedaan kebijakan privasi nasional dapat menjadi tantangan.
  1. ISO 27701

    Keunggulan bersifat universal dan dapat diintegrasikan dengan ISO 27001, serta memberikan panduan komprehensif untuk manajemen informasi privasi. Sedangkan kelemahan mungkin memerlukan investasi sumber daya yang signifikan hingga implementasi yang mungkin kompleks tergantung pada ukuran dan kompleksitas organisasi.

Pemilihan kerangka kerja privasi data tergantung pada kebutuhan spesifik, lokasi operasional, dan sektor industri organisasi. Perusahaan harus mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan masing-masing untuk memastikan pemilihan yang sesuai dengan tujuan bisnis dan persyaratan hukum yang berlaku.

 

Baca juga : 10 Contoh Kasus Pelanggaran Data Akibat Tidak Ada ISO 27701

 

Kasus Penggunaan

Perusahaan teknologi global, XYZ, telah berhasil menerapkan ISO 27701 sebagai bagian integral dari strategi manajemen informasi privasinya. Menghadapi operasi lintas batas yang melibatkan transfer data pelanggan di berbagai negara, XYZ memutuskan untuk mengadopsi ISO 27701 untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi privasi dan perlindungan yang efektif terhadap data pribadi pelanggan.

Proses implementasi dimulai dengan penyusunan kebijakan privasi yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan data pribadi dan prinsip-prinsip ISO 27701. Analisis risiko privasi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi risiko terkait. Dengan hasil analisis tersebut, perusahaan merancang dan mengimplementasikan kontrol yang sesuai untuk melindungi informasi pribadi pelanggan.

Selain itu, upaya peningkatan kesadaran dan pelatihan dilakukan agar karyawan memahami kebijakan dan prosedur baru yang diimplementasikan. Evaluasi kinerja berkala dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas sistem manajemen informasi privasi. Hasilnya mencakup peningkatan kepercayaan pelanggan, pemenuhan lebih baik terhadap persyaratan hukum, dan efisiensi operasional semakin meningkat. Adopsi ISO 27701 membuktikan sebagai langkah yang tepat dan holistik bagi XYZ dalam mengelola privasi data di tengah kompleksitas operasi lintas batas mereka.

 

Baca juga : Risiko Pelanggaran Privasi dan Cara Mitigasinya dengan ISO 27701

 

Dari penjelasan di atas, perbedaan utama antara Privacy Shield, APEC CBPR, dan ISO 27701 mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola privasi data. Privacy Shield memberikan dasar hukum untuk transfer data antara UE dan AS, namun menghadapi tantangan hukum. APEC CBPR, fokus pada kawasan APEC, meningkatkan aliran data lintas batas, tetapi proses sertifikasi yang kompleks dan perbedaan kebijakan nasional dapat menjadi hambatan. Di sisi lain, ISO 27701 bersifat universal dan dapat diintegrasikan dengan manajemen keamanan informasi, memberikan panduan komprehensif untuk privasi data, meskipun memerlukan investasi sumber daya yang signifikan.

Pemilihan kerangka kerja sebaiknya didasarkan pada kebutuhan khusus perusahaan. Privacy Shield cocok untuk operasi lintas batas UE dan AS, APEC CBPR untuk perusahaan dengan fokus di kawasan APEC, dan ISO 27701 untuk pendekatan yang lebih umum dan terintegrasi. Pentingnya pemilihan kerangka kerja tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan hukum, tetapi juga dengan integrasi yang efektif dengan budaya dan operasi organisasi. Dengan demikian, langkah-langkah untuk keamanan dan perlindungan privasi data harus selaras dengan strategi bisnis, menciptakan fondasi yang kuat untuk keberlanjutan dan kepercayaan di era digital yang terus berkembang.

Konsultasikan kebutuhan ISO/IEC 27701:2019 Anda dengan ahli kami hari ini dan pastikan bahwa informasi pribadi dan keamanan data perusahaan Anda berada dalam tangan yang aman. Dapatkan konsultasi ISO/IEC 27701:2019 terbaik sekarang!

5/5 - (4 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya

7 Model Enterprise Architecture Terpopuler untuk Memandu Transformasi Bisnis

7 Model Enterprise Architecture Terpopuler untuk Memandu Transformasi Bisnis

Contoh Indikator Kinerja Utama yang Harus Dipantau Enterprise Architect

Contoh Indikator Kinerja Utama yang Harus Dipantau Enterprise Architect

10 Prinsip Dasar dalam Merancang Enterprise Architecture

10 Prinsip Dasar dalam Merancang Enterprise Architecture

6 Peran Utama Enterprise Architect dalam Organisasi Digital

6 Peran Utama Enterprise Architect dalam Organisasi Digital

15 Syarat Organisasi Siap Menerapkan Enterprise Architecture Secara Efektif

15 Syarat Organisasi Siap Menerapkan Enterprise Architecture Secara Efektif

8 Manfaat yang Didapat Organisasi dengan Menerapkan Enterprise Architecture

8 Manfaat yang Didapat Organisasi dengan Menerapkan Enterprise Architecture

Hubungi Kami

Contact Us

Roni Sulistyo Sutrisno

Andrianto Moeljono

Erma Rosalina

Andriyanto Suharmei

Ajeng Diana Dewi Mursyidi

Membership

    Pendaftaran Komunitas

    Contact Us