Grup konsultan bisnis Proxsis merayakan hari jadinya yang ke-20 di Aston Priority Simatupang, Jakarta, pada Jumat (17/10/2025). Perayaan tersebut juga digelar serentak melalui Zoom di sejumlah kota, termasuk Padang dan Surabaya, dengan semangat memperkuat misi pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan.
Founder Proxsis, Rudi Maulana, menyampaikan bahwa memasuki usia dua dekade, Proxsis berfokus pada penguatan ekosistem dan pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, bukan semata ekspansi jumlah unit bisnis.
“Kita tidak banyak lagi membuat unit usaha baru, tapi tetap terbuka terhadap peluang inovasi yang dibutuhkan pelanggan. Misalnya, jika pelanggan membutuhkan solusi terkait AI, audit, atau legal, kita siap menyediakan,” ujar Rudi Maulana.
Ia menegaskan, arah pengembangan Proxsis kini berpusat pada inovasi berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Dengan pendekatan itu, perusahaan berharap setiap layanan yang dihasilkan memiliki nilai guna dan berkelanjutan bagi klien di berbagai sektor.
Proxsis Expo: Ruang Kolaborasi dan Inovasi
Dalam kesempatan itu, Rudi juga mengumumkan penyelenggaraan Proxsis Expo, sebuah agenda tahunan yang digelar untuk memperingati hari jadi perusahaan. Tahun ini, acara tersebut akan menampilkan sekitar 50 unit bisnis dalam ekosistem Proxsis yang memamerkan solusi, program, dan inovasi terbarunya.
Selain pameran, Proxsis Expo akan menghadirkan seminar dan sesi berbagi pengalaman bersama klien dari kalangan direksi BUMN dan perusahaan swasta besar. Para peserta akan berbagi praktik baik dan pengalaman dalam penerapan berbagai program bisnis serta manajemen modern bersama Proxsis.
Menuju IPO dan Target 2026
Rudi juga mengungkapkan rencana besar Proxsis untuk melangkah ke pasar modal dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang.
“Doakan saja, maksimal dalam tiga atau lima tahun ke depan, ada satu unit usaha yang kita masukkan ke dalam program IPO,” kata Rudi.
Untuk tahun 2026, Proxsis menargetkan pertumbuhan rata-rata 30 persen, dengan seluruh holding dan 28 perusahaan Tier 1 menjadi entitas mandiri yang memiliki profitabilitas dan produktivitas tinggi.
“Tahun depan kami fokus menjaga pertumbuhan tetap di angka 30 persen. Semua holding harus mandiri dan memiliki profitabilitas yang baik,” tambahnya.
Dengan usia dua dekade, Proxsis menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan bisnis di Indonesia — menghadirkan solusi, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.